Selasa, 20 Juni 2017

FUNGSI TOMBOL PADA KEYBOARD

Ctrl + A : Select All
Ctrl + B : Bold
Ctrl + C : Copy
Ctrl + D : Font
Ctrl + E : Center Alignment
Ctrl + F : Find
Ctrl + G : Go To
Ctrl + H : Replace
Ctrl + I : Italic
Ctrl + J : Justify Alignment
Ctrl + K : Insert Hyperlink
Ctrl + L : Left Alignment
Ctrl + M : Incrase Indent
Ctrl + N : New
Ctrl + O : Open
Ctrl + P : Print
Ctrl + Q : Normal Style
Ctrl + R : Right Alignment
Ctrl + S : Save / Save As
Ctrl + T : Hanging Indent
Ctrl + U : Underline
Ctrl + V : Paste
Ctrl + W : Close
Ctrl + X : Cut
Ctrl + Y : Redo
Ctrl + Z : Undo
Ctrl + 1 : Single Spacing
Ctrl + 2 : Double Spacing
Ctrl + 5 : 1,5 lines
Ctrl + Esc : Start Menu
F1 : Menjalankan fungsi pertolongan yang disediakan pada Word
F2 : Megubah nama suatu file/folder
F3 : Menjalankan perintah AutoText
F4 : Mengulangi perintah sebelumnya
F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
F6 : Menjalankan Perintah Other Pane
F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks (spelling)
F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 : Mengupdate Field (Mail Merge)
F10 : Mengaktifkan Menu
F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12 : Mengaktifkan dialog Save As
Esc : Membatalkan dialog / perintah
Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf
Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows : Mengktifkan Menu Start
Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert : Menyisip karakter di posisi kursor
Home : Memindahkan posisi kursor ke awal baris
End : Memindahkan posisi kursor ke akhir baris
Page Up : Menggulung layar ke atas
Page Down : Menggulung layar ke bawah
Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan
Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif
Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif
Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan
Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya
berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar
Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item
dalam Recycle Bin
Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya
Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif
Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih
Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif
Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda
untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan
Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka
Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang telah dibuka
Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab
Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan

Versi 2 :
• CTRL + C (Copy)
• CTRL+X (Cut)
• CTRL+V (Paste)
• CTRL+Z (Undo)
• DELETE (Hapus)
• SHIFT+DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin)
• CTRL sambil menyeret (men-drag) sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
• CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata berikutnya)
• CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata sebelumnya)
• CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf berikutnya)
• CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf sebelumnya)
• CTRL + SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Sorot blok teks)
• SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Pilih lebih dari satu item dalam sebuah jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
• CTRL + A (Pilih semua)
• Tombol F3 (Mencari sebuah file atau folder)
• ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
• ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
• CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
• ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
• ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang telah dibuka)
• Tombol F6 (Siklus melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
• Tombol F4 (Menampilkan Address bar list di My Computer atau Windows Explorer)
• SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
• CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
• ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
• Surat digarisbawahi dalam nama perintah pada menu yang terbuka (Lakukan perintah yang sesuai)
• Tombol F10 (Aktifkan menu bar dalam program aktif)
• ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
• LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
• Tombol F5 (Memperbarui jendela aktif atau merefresh)
• BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer)
• ESC (Membatalkan tugas sekarang)
• SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay)
Keyboard Shortcuts Dialog Box
• CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
• CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
• TAB (Move forward melalui pilihan)
• SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
• ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
• ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
• SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)
• Arrow tombols Panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
• Tombol F1 (Menampilkan Help)
• Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
• BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)
Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts
• Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
• Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
• Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
• Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
• Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
• Logo Windows + E (Membuka My Computer)
• Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
• CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)
• Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
• Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
• Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Accessibility Tombol board Shortcuts
• Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
• SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
• NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
 Windows Explorer Tombolboard Shortcuts
• END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
• HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
• NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
• LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
• RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama)
Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter
• Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard:
• RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
• LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
• UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
• DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
• PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
• DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
• HOME (Pindah ke awal baris)
• END (Pindah ke akhir baris)
• CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
• CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
• SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih)
Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombol board Shortcuts
• CTRL + O (Open yang disimpan konsol)
• CTRL + N (Buka konsol baru)
• CTRL + S (Save the open console)
• CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
• CTRL + W (Buka jendela baru)
• F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
• ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
• ALT + F4 (Close the console)
• ALT + A (Menampilkan the Action menu)
• ALT + V (Menampilkan the View menu)
• ALT + F (Menampilkan the File menu)
• ALT + O (Menampilkan the Favorites menu)
Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts
• CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
• ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
• SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
• Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
• CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
• CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)
Remote Desktop Connection Navigation
• CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box
• ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan)
• ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
• ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan)
• ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
• CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh)
• ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu)
• CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
• CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Internet Explorer navigation Internet Explorer navigasi
• CTRL + B (Membuka kotak dialog Atur Favorit)
• CTRL + E (Open the select bar)
• CTRL + F (Start the Find utility)
• CTRL + H (Open the History bar)
• CTRL + I (Open the Favorites bar)
• CTRL + L (Buka kotak dialog Open)
• CTRL + N (Start contoh lain dari browser dengan alamat Web yang sama)
• CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L)
• CTRL + P (Membuka kotak dialog Print)
• CTRL + R (Memperbarui halaman Web ini)
• CTRL + W (Close jendela aktif)
•PRIN SCRN + printer aktif (Mencetak snapshot/ jendela keseluruhan)
•ALT + PRINT SCRN + PINTER AKTIF ( Mencetak Windows Aktif)

•SHIFT + F3 (1x) (Huruf depan Kapital)
•SHIFT + F3 (2x) (Semua Huruf kapital/besar)
•SHIFT + F3 (3x) (Semua huruf kecil)

Minggu, 11 Juni 2017




Jodoh, katanya nggak akan kemana tapi entah kenapa tak sedikit orang yang terus gelisah bertanya dimanakah jodohnya…
Jodoh, katanya cepat atau lambat pasti akan bersua tapi entah kenapa makin hari makin banyak yang bingung siapakah jodohnya…
Membaca, membicarakan dan menuliskan perihal tentang jodoh adalah satu hal yang menarik tidak hanya bagi mereka yang masih sendiri dan dalam penantian jodohnya namun juga untuk mereka yang sedang berjuang membangun rumah tangga sakinah, mawaddah dan warahmahnya.
Bagi yang masih sendiri (baca : jomblo) tentu pertanyaan yang selalu berputar-putar dikepala adalah tentang siapakah jodohku ? Dimanakah jodohku ? dan juga kapan akan bertemu jodohku ?
Jodoh, hadiah terindah dari Allah SWT
Salah satu sujud syukur yang istimewa adalah sujud syukur setelah terucap kata sah oleh para saksi dalam akan pernikahan. Sebuah jawaban atas penantian beribu-ribu hari yang terkadang penuh dengan kegelisahan, kegalauan, perjuangan menahan diri, kesabaran dan berbagai rasa-rasa yang terkadang seperti akan mengiris ulu hati.
Di saat inilah momen ijab kabul menjadi momen terindah, meskipun terkadang tanpa dirasa air mata mengalir membahasi pipi namun tak bisa dibohongi kalau itu adalah air mata bahagia. Meskipun perjalanan kedepannya bukanlah perjalanan yang ringan, tentu akan lebih banyak lagi tantangan dan rintangan yang siap menghadang namun kebahagiaan akan tetap dirasa karena perjuangannya tak lagi sendiri sudah ada yang menemani.
Tentu tak semua orang benar-benar merasakan kebahagiaan di momen istimewa ini, akan selalu ada orang-orang yang akan melewatinya dengan tangis dan derai air mata penuh penyesalan atau mungkin juga sesaknya dada karena harus terpaksa bersama dengan seseorang yang sama sekali tidak dia suka.
So, apapun kondisinya jodoh tetap akan menjadi hadiah terindah bagi setiap orang. Mungkin saat berawal dengan kebahagiaan akan menjadi jalan baginya untuk bersyukur atau mungkin juga saat dimulai dengan ketidaksukaan hati akan menjadi sarana baginya untuk belajar sabar.
Jodoh, misteri yang selalu dikhawatir-i
Bagaimanapun jodoh adalah misteri, ia adalah rahasia ilahi yang benar-benar dirahasiakan oleh Allah SWT. Kita sebagai insan manusia hanya bisa menebak-nebak saja siapa jodoh kita namun tak bisa memastikan siapa orangnya dan kapan pertemuannya. Ah..seandainya jodoh tidak dirahasiakan, siapa orangnya ditampakkan, kapan pertemuannya sudah ditentukan dan dimana tempat pertemuannya sudah ditunjukkan tentu pembahasan jodoh tak lagi begitu menarik. Orang-orang akan terbagi menjadi 3 golongan. Ada golongan yang bahagia sekali karena sudah tau jodohnya sangat baik dan sesuai di hati, ada juga golongan yang merasa biasa-biasa saja karena sudah terlihat jodohnya juga biasa-biasa saja, dan akan ada juga golongan yang akan sangat kecewa serta sangat bersedih karena mengatuhi jodohnya adalah yang tak sesuai dengan hatinya.
Mungkin disinilah indahnya, saat jodoh jadi misteri di saat itu jugalah ada hati yang selalu deg-degan menanti, di saat itu jugalah kesabaran di uji serta di saat itu jugalah ada ikhtiar untuk terus memperbaiki diri.
Ya Allah, dimanakah jodohku ?
Sejatinya jodoh adalah teka-teki kehidupan yang dalam perjalanannya kita akan dihadapkan dengan banyak sekali ujian. Di mulai dari ujian bagaimana menemukannya, ujian bagaimana memperjuangkannya dan sampai pada ujian bagaimana untuk hidup bersama dengannya.
Untuk siapapun yang masih sendiri, untuk siapapun yang selalu bertanya siapakah jodohku ? Dimanakah jodohku ? Percayalah jodoh adalah hadiah terindah dari Allah SWT, sebagaimana hadiah ia akan hadir mengejutkan atau mungkin tak disangka-sangka sehingga disanalah sujud syukur bermula. Terus perbaiki diri, perbaiki diri dan perbaiki diri

Kamis, 08 Juni 2017



Siapa yang tak bahagia kala pernikahan yang telah lama  dinanti-nanti kita tinggal menghitung bulan atau minggu lagi? Tentunya semua umat muslim tahu dan memahami bahwa pernikahan bukanlah sekedar bisa bersama dengan orang yang kita cintai di sisa hidup kita, namun pernikahan sejatinya adalah sebuah bentuk komitmen kita kepada Allah, komitmen kita dalam menjaga amanah dan ibadah di dunia dan akhirat kita.
Bagi seorang pria, sebuah tanggungjawab besar untuk mampu mendidik dan menjaga wanita yang dinikahinya kelak agar bisa menjadi isteri yang shalihah, patuh, dan taat kepadanya, serta menjadi seorang Ibu yang baik dan membuatnya menjadi seorang wanita ahli syurga. Bukan sebuah tanggungjawab yang mudah memang, namun ketika seorang pria telah siap dan mampu memegang tanggungjawab tersebut, maka semua akan terasa mudah.
Bagi seorang wanita juga, keputusan menerima seorang pria untuk menikahinya berarti siap untuk dipimpin dan dididik untuk menjadi lebih taat dan bertakwa kepada Allah. Dia yang selama lajang mungkin masih bisa bebas melakukan apa yang diinginkannya, ketika menikah dia harus sadar bahwa dia telah memiliki seorang Imam yang akan dipatuhi dan ditaati selama perintahnya adalah untuk mendekat kepada Allah SWT.

Makna Menikah Sesungguhnya

Menikah tak hanya sekedar bisa bermesra-mesraan, namun adalah sebuah proses kehidupan yang sebenarnya. Bagaimana kita akan dihadapkan pada kondisi perbedaan yang harus mampu kita kelola untuk bersatu dalam jalan visi dan misi pernikahan yang sama? Kita akan menemukan kondisi psikologis dari pasangan kita yang berbeda jauh dengan kita dan harus mampu kita hadapi dengan bijaksana.
Belum lagi ketika sudah lahir anak-anak kita, dan bagaimana juga menjaga hubungan baik dengan keluarga pasangan dan terlebih mertua. Karena menikah itu berarti menyatukan dua keluarga yang mungkin saja tak hanya berbeda karakter namun bahkan berbeda adat budaya yang dijunjung.
Nah, bagi yang tengah berbunga-bunga dalam menanti detik-detik pernikahan atau yang masih harap-harap cemas menanti dengan sabarnya sang jodoh datang, berikut ada beberapa hal dalam Islam yang perlu kita persiapkan untuk menyambut kehidupan baru kita, yaitu pernikahan:

1. Persiapan Ruhiyah

Ini adalah persiapan yang amat penting dan harus dipersiapkan jauh bahkan sebelum persiapan lain kita lirik. Ya, hubungan kedekatan kita dengan Allah akan sangat mempengaruhi kehidupan kita baik sebelum pernikahan maupun sesudah.
Bahkan dalam kita menentukan keputusan atau mengambil pilihan dalam hidup, ketika kita melakukannya dalam keadaan ruhiyah atau hubungan dengan Allah yang lemah, maka bisa jadi kita akan menemukan kebuntuan atau yang kemudian kita sebut salah pilih.
Selalu perkuat hubungan kita dengan Allah, karena hubungan yang baik dengan Allah akan mendatangkan ketentraman dalam jiwa dan kehidupan kita. Pikiran kita menjadi bersih dan tingkah laku kita juga akan terjaga. Sehingga ketika kita menjadi orang tua, kita akan mampu memberikan contoh yang terbaik bagi putra dan putri kita.
Dan ketika jodoh tak kunjung datang kepada kita, bisa jadi itu karena hubungan kita dengan Allah yang masih kurang baik. Sehingga keridha-an Allah menjadi kurang kepada kita. Jika kita menginginkan sesuatu, mintalah kepada Allah dengan sebaik-baik cara meminta, kemudian biarkan Allah yang memutuskan yang terbaik untuk kita. In shaa Allah.

2. Persiapan Jasadi

Atau bisa kita sebut persiapan jasmani atau fisik. Bahkan sebelum menikah pun kita harus bisa mempersiapkan tubuh kita menjadi sehat dan kuat. Seorang wanita harus selalu menjaga pola makan dan pola hidupnya, karena akan berpengaruh pada rahim dan pada saat mengandung anak nanti. Bagi seorang wanita, tak ada yang lebih membahagiakan tentu selain menjadi seorang Ibu, yang akan mengandung, melahirkan, dan menyusui.
Namun jika kita tak mampu menjaga kesehatan kita sejak dini, bagaimana kita akan mengurus anak dan pasangan kita? Begitupun dengan seorang pria, dia akan menjadi sosok kepala rumah tangga yang harusnya tangguh dan kuat dalam mencari nafkah dan mendidik isteri serta anaknya.
Namun jika seorang pria sakit-sakitan, maka dia tak akan bisa menjalankan kewajibannya dengan maksimal. Bahkan kondisi fisik yang kurang sehat seringnya juga memicu meningkatnya emosi yang bisa menimbulkan pertengkaran dalam rumah tangga.

3. Persiapan Fikriyah

Biasa disebut dengan persiapan ilmu. Nah, kehidupan itu ibarat sebuah madrasah atau sekolah, dimana Allah telah memberikan seluas-luasnya fasilitas untuk kita menuntut ilmu dunia dan akhirat apapun itu. Bahkan pun tentang pernikahan, kita harus tahu tugas seorang suami atau isteri, bahkan tugas orang tua, seorang menantu, dan bagaimana nanti jika kita akan menikahkan anak kita.
Banyak sekali ilmu pernikahan yang harus kita siapkan sebelum kita terjun ke dalam kehidupan pernikahan. Namun bukan berarti kita jadi berkutat melulu pada memenuhi asupan ilmu sehingga membuat kita enggan segera menikah, namun selagi kita terus berproses atau belajar maka kita bisa langsung terjun dan mengaplikasikannya.
Bukankah cara belajar cepat itu sambil dengan mempraktekkannya? Nah, persiapan ilmu ini bisa kita dapat dari dalam Al-Qur’an yang adalah pedoman hidup kita, kemudian ada AS-Sunnah, dan bisa kita ambil ilmu dari para ulama, orang tua kita, bahkan teman yang sudah menikah. Ambil ilmu dan pengalaman yang baik dan buanglah yang buruk.

4. Persiapan Maliyah

Dan yang tak kalah penting adalah persiapan maliyah atau finansial. Seorang pria walau sedikit apapun wajib hukumnya menafkahi isterinya. Meskipun dia belum memiliki pekerjaan tetap atau masih mencari, namun dia harus memiliki semangat dan sikap pekerja keras serta tanggungjawab tinggi untuk mencari penghasilan dan dinafkahkan kepada isteri dan anak-anaknya. Pekerjaan itu juga tak banyak menentukan sikap tanggungjawab seseorang.Ada seorang manager yang kaya raya dan uangnya melimpah namun tak pandai mengatur finansialnya sehingga dia habiskan untuk foya-foya sendiri dan lupa menafkahkan pada isteri dan anaknya. Kebalikannya, ada seorang pekerja serabutan dengan penghasilan sangat pas-pasan, namun mampu mengelola finansialnya sehingga dia bisa menjamin kehidupan isteri dan anak-anaknya menjadi sejahtera dan tak kekurangan.
Allah itu telah menjamin rezeki seseorang. Maka ketika kita meminta kepadaNya, apa yang tak mungkin baginya? Asal kita terus mendekatkan diri kepadanya dengan sebaik-baiknya takwa, percaya bahwa Allah akan menolong hambaNya yang berjuang di jalanNya, serta pasrah atau tawakal akan semua keputusan Allah.
Tak perlu kita menempuh jalan haram atau yang tidak Allah sukai, karena yang namanya rezeki tidak akan pernah berpindah tempat maupun orangnya. Begitupun dengan jodoh. (sof)


Kapan aku menikah?, mungkin sudah menjadi pertanyaan yang selalu menghantui kita, baik yang masih muda maupun bagi yang usia sudah menua. Galau memang dengan pertanyaan yang satu ini, pertanyaan yang jawabannya masih misteri. Terkadang kegelisahan dan kerisauan muncul ketika sudah lanjut menua, sahabat seumuran sudah menikah bahkan sudah punya momongan, sementara diri sendiri belum tau entah kapan akan dijemput sang pangeran pujaan hati. Di tambah lagi dengan pertanyaan teman yang selalu menanyakan “kapan kamu menikah?“, “kenapa belum menikah?”, atau mungkin harapan dari orang tua yang sudah ingin menggendong cucu.
La tah zan, jangan bersedih wahai saudariku, jika hari ini dirimu masih sendiri, belum tau siapa itu pujaan hati. Karena sejatinya jodoh itu adalah ujian.
– Ada mereka yang Allah uji dengan jodohnya datang cepat
– Ada mereka yang Allah uji dengan jodohnya lambat
– Ada mereka yang Allah uji dengan tidak Allah pertemukan jodohnya di dunia.
– Ada mereka yang Allah uji dengan banyaknya keturunan
– Ada mereka yang Allah uji dengan sedikitnya keturunan
– Ada mereka yang Allah uji dengan tidak memiliki keturunan sama-sekali.
Sekali lagi jodoh itu ujian, yang namanya ujian terkadang datangnya dalam bentuk kenikmatan yang kita sukai, namun tak jarang juga hadir dalam bentuk kesulitan yang berat bagi kita. Sekali lagi untuk menghadapi ujian bersyukur dan bersabar solusinya.
Hal pertama yang dilakukan adalah evaluasi diri, memeriksa diri kita, apa kiranya dosa atau kekhilafan masa lalu kita yang mungkin bisa jadi penghambat datangnya jodoh. Periksa lagi bagaimana hubungan kita dengan Allah swt selama ini, periksa lagi bagaimana hubungan kita dengan orang tua kita, atau mungkin banyak kemaksiatan-kemaksiatan yang kita lakukan.
Setelah itu fokuslah pada proses menjemput jodoh dengan cara-cara yang Allah ridhoi, pantaskan diri, tingkatkan ibadah dan banyak berdoa pada Allah SWT. Terlalu banyak orang yang berfokus pada siapa dan kapan dia menikah namun mengabaikan “bagaimana” prosesnya menikah.
Yakinlah selalu pada Allah, kalau Allah akan memberikan yang terbaik untuk anda tentu dengan syarat sesuai dengan kepantasan diri anda. Allah tau kapan waktu yang tepat bagi kita menikah, Allah jauh lebih tau dengan siapa kita cocok menikah. Yakinlah tentang hal itu dan ikhlaslah menerima.
Menikah bukanlah proses satu hari-dua hari namun pernikahan adalah proses panjang yang akan dilewati, maka selagi anda masih sendiri isilah waktu itu untuk memperbanyak bekal-bekal pernikahan. Belajar dari buku-buku pra-nikah, ikut seminar kelas pra-nikah, tingkatkan amal dan ibadah. Pantaskan dirimu. In syaa Allah akan terasa lebih indah disaat masanya sudah datang dan bekalpun sudah ada.

sumber foto : google.com



Rabu, 07 Juni 2017

Asalamualaikum Wr. Wb

Yang namanya jodoh, tidak hanya dalam urusan berumah tangga. Kita papasan di jalan dengan orang itu namanya jodoh. Kita ketemu lagi di suatu tempat dengan teman semasa dulu, itu juga jodoh. Kita satu tempat kerja dengan orang yang pernah kita kenal, itu juga jodoh. Tinggal berapa lama kita akan berjodoh? Dengan teman kuliah, kita berjodoh mungkin selama 4 tahun kuliah bersama, tapi tempat kerja? Mungkin sudah tidak berjodoh lagi dengan teman yang itu. Di tempat kerja, mungkin kita berjodoh bertemu dengan rekan kerja yang baik, tapi seberapa lama, jodohnya hanya berapa waktu? Kita tidak tahu. Bahkan orang menikah, pun, bisa jadi berjodoh sampai dipisahkan maut, atau bisa jadi berjodoh pun hanya beberapa waktu, lalu tidak berjodoh lagi, lalu bisa jadi ganti jodoh. Contoh gampangnya, ya bisa jadi orang menikah, lalu cerai, lalu nikah dengan orang lain, lalu bisa jadi sama yang dulu rujuk lagi. Jodoh siapa yang tahu?
Sama halnya seperti kematian. Siapa yang tahu? Kakak teman, temannya teman, atau bahkan saudara teman, ada yang meninggal usia 26, 27, 28, ada yang meninggal dalam keadaan masih lajang, ada yang dalam keadaan sudah punya ada anak, ada yang meninggal dalam usia masih setahun pernikahan. Bahkan teman pun ada yang meninggal tak berapa lama setelah lulus kuliah, atau bahkan ketika masih di sekolah. Maka dari itu, rasanya tidak etis jika banyak yang bertanya menuntut menikah cepat-cepat. Seolah menikah itu akhir perjalanan kehidupan, dan isinya hanya indah-indah saja. Padahal, setelah menikah kan hidup terus berjalan, sesuai sunatullah, ada naik, turun, ada sakit, sehat, ada lapang dan sempit, dll. Bukan berarti nikah itu tujuan, lalu akhir perjalanan.
Saya sendiri pun telah melihat, banyak bahkan beberapa orang melajang hingga usia 40. Entah karena memang tidak diberi jodoh di dunia, ataukah alasan lain? Kita tak berhak menghakimi, bukan? Ada pula yang di usia itu masih menginginkan menikah, tapi belum bertemu dengan jodoh? Ada wanita, yang sampai usia 50 juga melajang, mencintai seorang lelaki tapi tidak direstui, sehingga ketika akan dipertemukan orang lain, selalu menolak. Ada pula, yang mencintai beda agama, lalu tidak diizinkan menikah dengan pasangannya, sampai akhirnya melajang. Dan hal-hal seperti ini belum tentu yang tidak cantik atau tidak ganteng yang masih melajang. Ada pria yang sering dikejar banyak wanita, tapi toh ia tetap tak tertarik. Entah apa alasannya. Begitu pula wanita, ada yang dikejar banyak pria, sampai santet segala macam, tapi semua ilmu gaib itu mental dan ia tetap melajang.
Saya tak hendak menggurui, ini adalah hasil perenungan saya selama beberapa waktu, yang belum sempat saya tuliskan. Ini adalah hasil diskusi, perenungan yang mendalam, pemikiran, dan pengamatan. Mengapa jodoh (untuk menikah yah) belum kunjung tiba?
1. Tidak siap nikah, baru kepengen nikah.
Alasan pertama ini simpel, karena masih membayangkan nikah itu enak, selalu berdua kemana-mana, ada temen, tidak kesepian. Ini berarti belum memikirkan konsekuensi menikah. Menikah itu tidak melulu enak, ada perbedaan pikiran, cara pandang, bicara, sikap antara dua orang yang berbeda, pasti akan ada konflik, dan tidak semuanya melulu romantis, lempeng-lempeng, seolah pernikahan adalah ending dari cerita sebuah drama. Jika masih sekedar pengen dan belum tahu konsekuensi besar di balik pernikahan, sebaiknya belajar dulu, perdalami ilmu. Mungkin karena belum siap itulah maka Allah belum mempercayakan pasangan.
2. Memilih standar yang tinggi.
Orang dalam memilih pasangan tentu yang terbaik. Tapi, kebanyakan orang menginginkan yang benar-benar sempurna. Ketahuilah bahwa jika meninginkan yang sempurna tidak akan pernah ada. Selalu ada kekurangan setiap orang. Jika ingin memilih, prioritaskan agama, mengenai fisik,keturunan, harta, itu adalah bonus. Beberapa orang, menginginkan orang yang berfisik rupawan, dengan agama yang baik dan mumpuni, serta sikap dan tingkah laku baik, pergaulan dan keturunan orang baik-baik, dan juga harta melimpah. Standar dunia itu tidak membuat kita bahagia setelah pernikahan, karena yang kita nikahi adalah ruhnya, yang mana karakter orang tersebut. Kita berinteraksi, dan membangun rumah tangga bukan dengan fisiknya, hartanya, atau leluhurnya yang terhormat, tapi dengan apa yang ada di dalam diri orang tersebut. Saya pun dulu juga menilai dengan tinggi, maunya yang serba sempurna. Tapi saya pun sadar, bahwa itu berarti menandakan saya belum siap nikah, saya tidak siap menerima kekurangan seseorang jika saya menginginkan orang yang sempurna. Yang artinya belum dewasa. Jika ingin memilih standar, standarkan pada agamanya, misalnya pada sholatnya yang tepat waktu, atau pada tilawahnya, atau hapalan Al Quran, atau pengetahuan ilmu agamanya.
3. Pasrah kepada Allah.
Kita tidak tahu akan ditakdirkan lahir di mana, oleh siapa, dan keluarga macam apa. Sama juga kita tidak tahu ditakdirkan dengan jodoh seperti apa. Pernah membaca, bahwa jika ingin jodoh yang baik, maka harus perbaiki diri. Benar, secara logika. Tapi, bukankah jodoh di tangan Allah? Yang kita anggap baik, belum tentu baik, bukan? Jika kita berusaha memperbaiki diri, menjadi orang baik-baik, ternyata diberi jodoh yang menurut kita tidak baik, bukankah itu menurut pandangan manusia yang terbatas? Bisa jadi dia memang orang terbaik menurut versi Allah. Kadangkala manusia, belum-belum menolak, padahal belum tahu. Sebagai contohnya adalah sebuah kisah, seorang wanita menolak mentah-mentah seorang pria miskin, dan memilih yang kaya. Padahal belum tentu kan yang miskin itu lebih buruk? Bisa jadi keimanannnya lebih tinggi? Nah, kadangkala ketakutan-ketakutan seperti ini menyebabkan hati belum ikhlas menerima takdir jodoh yang datang kepada manusia. Misalnya pernah dendam dengan seseorang, lalu menjadi anti dan takut jika Allah menjodohkan dengannya. Padahal, semestinya pasrah saja, Allah tahu yang terbaik buat kita.
4. Dosa menjadi Penghalang.
Jika kita pernah membuat dosa di masa lalu, bisa jadi itu adalah penghalang, bagi rezeki kita, termasuk jodoh. Bertaubat kepada Allah menjadi jalan yang terbaik. Bisa jadi ada dosa-dosa kepada sesama manusia, dan juga maksiat kepada Allah membuat Allah menahan rezeki, termasuk jodoh.
5. Bersabarlah, dan jangan maksiat.
Ketika keinginan menikah sudah membuncah, dan ternyata jodoh belum tiba, ada kalanya setan menggoda, dengan perasaan kadang ingin menyerempet maksiat, contoh pacaran, atau misalnya bergenit ria dengan lawan jenis, jalan-jalan berduaan, dan aktivitas sejenisnya. Janganlah mencoba-coba hal seperti ini,karena meskipun nanti jadi menikah, bukankah bisa jadi pernikahannya nanti tidak barokah, karena dilalui dengan cara yang dibenci oleh Allah? Pernikahan tidak barokah, bisa jadi misalnya suami istri saling merasa tidak nyaman, atau anak jadi nakal, atau sulit punya anak, atau malah menjauh dari Allah. Jika tidak ingin maksiat, carilah jodoh dengan cara yang dirihoi, tidak dengan berduaan, tidak dengan komunikasi mesra dua orang lawan jenis, intinya jangan mendekati zina. Karena zina ada zina mata, hati, pendengaran, dan semua itu akan dibenarkan dengan zina kemaluan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ
Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Berusaha menjadi hamba yang baik.
Menjadi hamba Allah yang taat dan taqwa tidak hanya dalam rangka menikah, tapi betul-betul niat untuk jadi orang yang lebih baik lagi. Mempersiapkan diri terbaik, supaya bisa membangun rumah tangga yang baik. Belajar ilmu tentang rumah tangga, dan juga tentang anak, juga ilmu-ilmu agama, semacam fiqih, hadist, dan Al Quran. Karena ilmu apa pun itu berguna nanti setelah menikah. Sebagai contoh, jika ada keluarga yang meninggal, lalu bagaimana langkah pertamanya, memandikannya bagaimana, mengkafankannya, mensholatinya? Atau jika malam pertama, sholat sunnahnya bagaimana, lalu mandi besar bagaimana, lalu tata cara menggauli pasangan sesuai syari’at Islam bagaimana, apa yang boleh dan tidak, lalu bagaimana mendidik anak, pola asuh anak sesuai usianya, apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak, dan sebagainya, termasuk hidup bertetangga, dan juga adab-adab dengan mertua, ipar, dan keluarga besar. Banyak, kan?
7. Memiliki visi misi hidup yang jelas.
Hidup mau apa, jadi apa, tinggal di mana, dan lainnya ini perlu dipikirkan. Apakah mau kerja yang berpindah-pindah,atau menetap? Apa mau kerja yang benar-benar menjadi ahli atau praktisi? Ataukah mau kerja atau mau sekolah tinggi-tinggi dulu? Bukannya apa-apa, tapi jika masih bingung mau dibawa ke mana hidupnya, lalu nanti bagaimana setelah menikah? Apakah menikah sekedar punya anak, lalu supaya anak itu sukses? Sukses dalam ukuran apa? Bisa jadi Allah masih menahan jodoh kita karena kita sendiri masih bingung dengan diri sendiri. Jika masih bermasalah dengan diri sendiri, bagaimana malah dikasih jodoh, apa bukan tambah masalah? Misalnya masih bingung antara mau kuliah dan mau kerja, jika dikasih jodoh, lalu pasangannya mau kuliah, bagaimana, apa terpaksa kerja untuk menghidupi keluarga ataukah ikutan kuliah juga? Nah lho…. Pikirkan visi misi hidup pribadi dulu, termasuk visi misi berumah tangga.
Mungkin ini dulu, kalau ada yang inget lagi, mungkiin nanti akan ditambahkan lain waktu. Lha saya yang nulis aja belum bertemu jodoh… dan itu semua yang saya tuliskan adalah yang berusaha saya lakukan. .

#apa yg harus d lakukan ketika ingin punya pasangan
# dimanakah jodoh saya
#ingin menikah tapi blum punya pasangan
#mengharapkan pernikahan